Idul Adha 1936 H dan Perintah Berkurban

24 Sep 2015

Hari ini umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha 1436 H. Saat melaksanakan sholat Ied di Masjid Al Ikhlas dekat rumah saya mendengarkan khutbah yang dibawakan oleh penceramah sekaligus imamnya.

Isi dari ceramah yang disampaikan oleh beliau tentang Idul Adha. Sementara umat Islam menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang ke-5 . Menurut anjuran Nabi Muhammad SAW untuk umatnya yang tidak melaksanakan ibadah haji bisa melaksanakan ibadah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah. D mana pahala dari melaksanakan ibadah puasa ini adalah Insya Allah akan diampuni dosa-dosanya setahun sebelum dan sesudahnya.

Dianjurkan pula untuk mereka yang sudah mampu agar bisa melaksanakan ibadah haji. Niatkan untuk pergi haji dengan mulai menabung walau sedikit tetapi dengan berdoa kepada Allah SWT Insya Allah ada jalan kita untuk menuju tanah suci. 

Pada lebaran haji juga umat Islam diperintahkan untuk berkurban sesuai kemampuan. Bisa berupa kambing, sapi maupun unta. Di lingkungan saya ada kebiasaan untuk yang ingin berkurban diarahkan untuk patungan kurban sapi sebanyak 7 orang. Tujuannya agar daging yang di dapat dari sapi lebih banyak dibandingkan jika berkurban kambing. Sehingga daging yang disalurkan bagi orang-orang yang berhak lebih banyak. Apalagi harga satu ekor kambing sama dengan patungan sapi untuk orang.

Masjid di dekat rumah ada 5 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Memang tidak banyak jumlahnya, karena dilingkungan ini juga ada beberapa masjid yang melaksanakan pemotongan hewan kurban. Allhamdulillah kami juga bisa ikutan berkurban 1/7 sapi. Ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.

Humum berkurban ini sendiri adalah Sunah Muakad yaitu sunah yang ditekankan atau cenderung diwajibkan. Makruh hukumnya jika tidak dilaksanakan jika mampu. Si sulung saat akan memasuki bulan Dzulhijah dia pasti akan mengingatkan dan merengek untuk berkurban, ini terjadi sejak dia duduk di kelas 1 SD. Menurutnya wajib, harus menlaksanakan kurban.

Walaupun masih anak-anak kami belajar darinya. Anak kecil saja sudah mengerti apa yang harus dilaksanakan, walaupun Ia belum mempunyai uang sendiri. Kami sebagai orang tua malu rasanya kalau tidak bisa melaksanakan keinginannya. Untuk itu kebiasaan kami selalu menyisihkan rezeki untuk ikut berkurban. Allhamdulillah nikmat Allah selalu ada. Saat kami memaksakan untu membayar untuk membeli hewan kurban, hari itu juga kami mendapatkan rezeki lainnya. Masya Allah nikmat Tuhan mana yang kau dustakan. Allah langsung mengganti niat baik kami bahkan dua kali lipat jumlahnya.

Terima kasih pada anak yang selalu mengingatkan kami dalam kebaikan. Semoga anak-anak kami menjadi anak yang sholeh. Sebagai hadiahnya saya membuatkan rendang kesukaannya dari daging sapi jatah untuk pekurban. Sisa daging lainnya saya buatkan sate dan bakso sehingga tidak mubazir.


TAGS idul adha kubran


-

Author

Search

Recent Post